Artikel

Perbedaan Reseller dan Dropship - Panduan Awal Berjualan Online

Perbedaan Reseller dan Dropship - Panduan Awal Berjualan Online

Authored By Raissa Nathania 0 Comment(s)

 

 

Kini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan internet, kegiatan jual beli online pun kian marak.

Ini karena, berjualan online dapat dilakukan tanpa harus menyetok barang mengeluarkan dana di awal.

Tapi untuk yang baru ingin mulai berjualan online, kita sering  bingung dengan perbedaan antara Reseller dan Dropship. 

 

DEFINISI RESELLER DAN DROPSHIP

Reseller berasal dari kata dasar Bahasa Inggris Resell yang berarti menjual kembali.

Jadi Reseller adalah seseorang yang menjual kembali barang yang ia beli dari orang lain. 

Tapi ada pula penjual yang menjual barang dagangan milik orang lain tanpa menyetok barang.

Nah, sistem ini dikenal dengan sistem Dropship. Jadi Penjual yang menggunakan sistem ini disebut dengan dropshipper.

 

Dulu definisi Reseller hanya terbatas pada orang yang membeli barang, menyetoknya, lalu menjualnya kembali kepada orang lain. 

Tapi sekarang, Reseller juga sering diartikan sebagai penjual yang tidak menyetok barang dan hanya memasarkan barang milik pedagang online lainnya. 

Sehingga sering kali kata reseller sering juga diartikan sebagai dropshipper, walaupun sebenarnya reseller dan dropshipper berbeda.

 

Selanjutnya kita akan membahas lebih detail tentang perbedaan Reseller dan Dropshipper. 

 

PERBEDAAN RESELLER DAN DROPSHIPPER

Stok barang

Hal ini yang menjadi perbedaan yang paling mendasar antara reseller dan dropshipper.

Seorang reseller harus membeli barang sebagai stok dengan jumlah lebih banyak dari supplier.

Pembelian dalam jumlah banyak dilakukan agar harga barang yang diperolehnya kompetitif sehingga margin atau selisih harga pembelian dengan harga penjualan yang didapat semakin besar.

 

Sedangkan sistem Dropship tidak perlu memiliki stok barang.

Fokus dropship hanya mencari konsumen saja.

Di saat ada orderan dari konsumen, dropshipper tinggal meneruskan orderan dan detail pengiriman kepada supplier.

 

Modal

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, reseller harus memiliki modal lebih banyak karena perlu menyetok barang.

    Tapi dropshipper tidak perlu modal. Jadi boleh dibilang seorang dropshipper tidak memerlukan modal sama sekali.

     

    Pemasaran

    Seorang reseller dapat menawarkan barang secara langsung lewat toko karena reseller memiliki stok barang yang ingin dijual.

    Sedangkan dropshipper tidak bisa karena ia tidak memiliki stok barang.

    Seorang dropshipper hanya dapat berjualan lewat marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, LINE, Instagram, Facebook dan sebagainya.

     

    Margin Keuntungan

    Seorang reseller memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan dropshipper, karena ia memperoleh harga yang lebih kompetitif melalui pembelian jumlah banyak dari supplier. 

    Dari situ reseller bisa lebih leluasa untuk menjual barangnya dengan selisih yang lebih tinggi. Sehingga margin keuntungan yang diperolehnya semakin besar.

     

    Resiko

    Seorang reseller memiliki tingkat resiko kerugian lebih tinggi daripada dropshipper karena ia menyimpan fisik barang.

    Apabila barangnya tidak laku, maka reseller tentu akan mengalami kerugian. Sedangkan dropshipper tidak perlu khawatir akan rugi karena tidak laku karena ia tidak membeli dan menyetok barang.

     

    Pengiriman

    Jika dilihat dari fokus pekerjaannya, seorang reseller selain mencari calon konsumen, ia juga harus mengemas dan melakukan pengiriman barangnya sendiri.

    Sedangkan dropshipper tidak perlu repot dengan masalah packing dan pengiriman barang.

    Seorang dropshipper hanya bertugas memasarkan produk, mencari calon konsumen, dan menghubungi supplier jika ada pesanan yang datang dari konsumen.

     

    KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN RESELLER DAN DROPSHIP

     

    RESELLER

    Kelebihan

    Pertama, karena menyimpan stok, Reseller bisa dengan cepat mengetahui jumlah stok barangnya.  

    Kedua, Reseller punya lebih banyak informasi tentang barang yang ia jual. Misalnya, ukuran, bahan, kualitas, dsb.  

    Oleh karena itu, ia bisa lebih tanggap dalam menjelaskan kondisi barang dengan mendetail kepada customer.

    Ketiga, ia juga bisa menjual barang tidak hanya lewat toko online tapi juga lewat toko fisik atau biasa.

    Dan terakhir, reseller biasanya mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar karena membeli barang dalam jumlah banyak.

     

    Kekurangan

    Pertama, karena membeli barang langsung ke supplier dan menyetoknya, maka reseller butuh modal agak besar dibanding Dropshipper.

    Kedua, dibanding Dropshipper, Reseller harus mengemas & melakukan pengiriman barang sendiri. 

    Ketiga, ia harus menanggung resiko kerugian jika akhirnya barang yang ia jual tidak laku. 

     

    DROPSHIPPER

    Kelebihan

    Pertama, Dropshipper tidak memerlukan modal. Ia sudah dapat bekerja dengan menggunakan komputer, laptop atau bahkan HP.

    Kedua, Dropshipper tidak perlu mengemas & mengirim barang. Setiap kali ada order, ia tinggal meneruskannya ke supplier atau Reseller. 

    Terakhir, Dropshipper tidak memiliki resiko kerugian apabila barang yang ia jual tidak laku. 

     

    Kekurangan

    Margin keuntungan Dropshipper lebih kecil jika dibanding dengan Reseller.

    Kedua, Dropshipper tidak mengetahui stok dan kondisi barang, sehingga harus menanyakan terlebih dahulu ke supplier.

    Jadi kejadian barang habis atau out of stock akan sering terjadi. Selain itu, dalam menjawab pertanyaan pelanggan ia agak lambat karena ia perlu menanyakannya ke supplier. 

     

     

    TIPS UNTUK PEMULA DALAM BERJUALAN ONLINE

    Berikut beberapa trik yang bisa diterapkan jika Anda adalah seorang pemula dalam berjualan online.

     

    1. Mulai dengan menjadi Dropshipper

    Untuk yang baru ingin mulai berjualan online, lebih baik Anda mulai dengan menjadi seorang Dropshipper lebih dulu.

    Ini karena di samping resiko kerugian hampir tidak ada, Anda juga dapat belajar dulu tentang produk mana saja yang lebih laku dan produk mana saja yang kurang laku. 

     

    2. Carilah Supplier yang Responsif

    Carilah supplier yang responsif karena mereka akan memudahkan anda untuk berjualan online.

    Carilah supplier yang cepat tanggap terhadap pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan dan orderan anda.

    Terutama jika anda memilih dropship, anda akan sangat bergantung dengan informasi yang diberikan supplier.

    Supplier yang responsif membuat anda nyaman dan tenang dalam berjualan.

     

    3. Membuat Perjanjian atau Kesepakatan Dengan Supplier

    Banyak toko online yang menawarkan program reseller dan dropship.

    Masing-masing toko online memiliki syarat dan ketentuan tersendiri. Biasanya untuk dropship syaratnya lebih mudah.

    Anda toko online yang menentukan minimal order, ada juga yang tidak menentukan minimal order jadi order berapapun akan dilayani dan hanya menentukan minimal order untuk pembelian pertama.

    Berhati-hatilah saat membaca perjanjian yang diberikan, lebih baik memilih supplier yang tidak memberikan syarat minimal order agar tidak memberatkan Anda.

     

    4. Bangun Hubungan dan Komunikasi yang Baik Dengan Supplier

    Anda harus membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan supplier , terutama jika anda dropshipper.

    Komunikasi yang baik memudahkan anda melakukan order Anda, karena dropshipper sangat bergantung dengan komunikasi yang dilakukan dengan supplier.

    Jika komunikasi berjalan baik dan lancar, bisnis yang Anda jalankan juga akan lancar dan memiliki peluang bertahan yang lebih lama. 

     

     

    5. Jual produk yang Anda sukai

    Dropshipper ataupun reseller yang juga senang dengan produk yang dijualnya memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses.

    Minatnya tentu akan terlihat pada bagaimana cara dropshipper/reseller menjual barang tersebut, seperti dari cara ia mengambil gambar produk dan memilih kata-kata untuk mengiklankan barangnya.

    Terlebih, ketika ada konsumen yang berinteraksi dengan dropshipper/reseller.

    Minat yang dimiliki dropshipper/reseller terhadap produk yang dijual tentu akan memudahkan dropshipper/reseller untuk menjelaskan tentang barang yang dijual dan membangun sebuah interaksi yang alami dan menarik.

     

    6. Fokus di bagian marketing

    Salah satu keuntungan yang dimiliki oleh reseller/dropshipper adalah, Anda tidak perlu memikirkan bagaimana barang tersebut dibuat.

    Oleh karena itu, fokuskan diri Anda untuk menjaring sebanyak-banyaknya konsumen.

    Pikirkan dengan matang bagaimana cara Anda memasarkan produk yang Anda jual.

    Mulai dari pemilihan nama toko Anda, nama logo, platform yang dipilih, serta image yang ingin ditampilkan kepada para konsumen.

    Mungkin di awal Anda bisa mulai dengan media sosial Instagram, di mana semua orang bisa menjual barangnya.

     

    7. Buat Promo Menarik

    Cobalah untuk membuat tawaran spesial untuk produk yang Anda jual.

    Buat tawaran yang berbeda dari reseller/dropshipper lain yang menarik konsumen untuk memilih toko Anda.

    Tawaran spesial mungkin pada awalnya tidak akan memberikan banyak keuntungan.

    Namun tentu ini akan menarik banyak konsumen untuk berlangganan di toko Anda dan menunggu tawaran-tawaran spesial yang akan datang berikutnya.

    Ketika konsumen sudah mempercayai toko Anda, tentu peluang untuk membeli kembali di toko Anda akan lebih besar. 

     

    8. Berikan Pelayanan Pelanggan yang Terbaik

    Salah satu kunci dalam mendapatkan kepercayaan dari konsumen adalah bagaimana Anda merespon dan menanangani pesanan.

    Bangun pembicaraan yang terkesan akrab dan ramah kepada konsumen.

    Balas pesan dengan cepat, baik saat konsumen memesan ataupun tanggapan & komplain yang datang dari konsumen.

    Berikan ucapan terima kasih setiap pesanan telah selesai.

    Tunjukkan bahwa Anda sangat mengharagai pembeli

     

    9. Monitor Pesaing Anda

    Dengan memonitor pesaing Anda, semakin mudah bagi Anda untuk menentukan strategi marketing seperti apa yang tepat untuk dilakukan reseller/dropshipper.

    Produk apa yang pesaing Anda jual? Platform apa yang digunakan oleh para pesaing Anda?

    Serta bagaimana strategi pemasaran yang pesaing Anda gunakan? Dengan mengetahui informasi tersebut, para reseller/dropshipper bisa menjadi pemasar dan penjual produk yang lebih baik.

     

    10. Hadiri seminar dan acara ecommerce

    Dengan menghadiri acara-acara ataupun seminar yang berkaitan dengan kegiatan jual beli online, Anda dapat lebih memahami dunia yang sedang Anda geluti.

    Melalui acara ini, Anda dapat mengetahui produk-produk terkini yang bisa Anda jual.

    Anda bisa menjumpai supplier secara langsung sehingga bisa memilih supplier yang cocok untuk Anda.

    Melalui acara-acara seperti ini, Anda juga bisa bertemu dengan pesaing Anda dan mengetahui lebih banyak tentang mereka.

    Buatlah jaringan seluas-luasnya yang pasti akan menguntungkan Anda di kemudian hari.

    Jika Anda ingin sukses dalam dunia jual beli online, maka pelajarilah dunia tersebut seutuhnya

    Setelah mengetahui lebih banyak tentang reseller dan dropshipper, tak ada salahnya untuk segera mencoba membuka toko Anda.

    Jangan takut untuk memulai dan ingat betul apa yang telah Anda pelajari setelah membaca artikel ini.

     

    Semoga berhasil!



    POST COMMENTS

    Leave a comment


    Please note, comments must be approved before they are published

    (0) Items
    Items 0
    Subtotal Rp 0.00
    To Top